Exploring happy Bromo Tengger Semeru National Park

Menjelajahi senang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru – Lihat matahari terbit di ketinggian menjadi salah satu kegiatan favorit yang sering saya menemukan ketika bepergian. Saya paling tidak bisa bangun terlambat, jadi jika bepergian lebih masih akan menjadi yang paling semangat untuk bangun pagi.

Kali ini, saya memilih Bromo, sebagai tujuan utama untuk melihat matahari terbit. Eh, kenapa saya, semua jalan ke Jawa Timur untuk mengejar sunrise Gunung Bromo? Cobalah, rasain pertama, bagaimana dia menangis.

Exploring happy Bromo Tengger Semeru National Park
Exploring happy Bromo Tengger Semeru National Park

Exploring happy Bromo Tengger Semeru National Park

By the way, Bromo itu sendiri dapat dieksplorasi dalam satu hari. Untuk seorang karyawan kantor seperti saya, rasanya enggak perlu untuk meninggalkan. Jalan pas weekend juga oke, benar-benar. Namun, jika Anda ingin menjelajahi daerah sekitar Bromo, sebagai Surabaya atau Malang, tidak akan ingin mengambil waktu off aku akan puas. Berikut perjalanan saya untuk mengeksplorasi Bromo.

Menjelajahi senang Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Waktu berkeliaran Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, saya menggunakan jasa Cak Ferdi Tour & Travel. Ada 6 objek wisata di Bromo, yang rencananya akan dikunjungi, Sunrise Penanjakan, Bukit Cinta, kawah Gunung Bromo, Pura Luhur poten, Bukit Padang Teletubbies atau Savana, Whispering Sands juga.

Bandara Internasional Juanda, Surabaya adalah titik pertemuan pada saat itu. Sekitar 11 pm, saya dan kelompok menuju ke villa transit, sebelum akhirnya menuju Bromo. Dari bandara ke villa angkutan berlangsung sekitar 3 jam. Sepanjang jalan saya tidur sehingga daya yang dapat terisi penuh lagi.

Sesampainya di villa transit, saya dan partai disiapkan. Kami menaruh tas besar di dalam mobil, sementara dibawa ke Bromo hanya barang-barang berharga, serta barang-barang yang dibutuhkan. Misalnya, jaket, kupluk, syal, dan sebagainya.

Pada saat itu, saya tidak membeli sarung tangan. Kebetulan ada menjual sekitar. Jika saya tidak salah, harganya Rp 10.000 untuk sepasang. sarung tangan bisbol cukup tebal memang, tapi bisa lumayan mantel kedua tangan sehingga enggak terlalu dingin.

Aku sudah siap. Lengkap dengan kupluk, sweater, jaket, syal, celana training, kaus kaki, dan celana. Saya don punya ide bagaimana dingin itu ada. Jadi, putus asa menulis. Sekitar 02:00, kami berangkat dengan jip menaikki. Nah lupa, saya dan foto grup dari nomor plat jeep biar enggak bingung untuk menemukan nanti.

Wow, benar-benar menghibur pas di perjalanan! jalan-jalan Meksi berlombang, saya dan yang lain tampak menikmati perjalanan ini. Plus, rasanya jip-jip berbagai warna kayak lagi konvoi ke Bromo!

Sekitar 1,5 jam perjalanan, akhirnya kami tiba di pos pertama. Dingklik pos, nama. ZIP adalah yang paling dekat dengan pintu masuk. Jadi, (itu) enggak perlu usaha ekstra yang dibuat untuk melihat matahari terbit, (hanya) perlu menaikki tangga beberapa menulis, benar-benar.

Ternyata pas di sana, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru serame itu! Karena langit masih gelap dan tanda-tanda matahari terbit belum, kami akhirnya melipir sebentar ke toko terdekat untuk mengisi perut.

Jika saya bisa jujur, saya enggak awal juga bisa memakannya. Tapi pas mie instan rebus dan disajikan panas, teh manis, yang bisa menolak untuk mencoba?

Selesai mengisi perut, kami langsung menuju Pos Dingklik. Pengin deh tertawa, hanya beberapa anak tangga aja berjuang benar-benar, euy!

Ya, ya, saya sudah emang enggak olahraga lagi, aktivitas fisik juga memiliki jarang akhir-akhir ini. Jadi, pas naik tangga yang jumlah sedikit hanya perlu berhenti beberapa kali.

“Semangat Sintia, semangat!” Saya berkata kepada diri sendiri.

Pokoknya, aku sudah bilang kalau Bromo tuh serame itu? Ya, seperti matahari terbit foto harus berebut di peralatan lainnya. Ingin foto di sudut yang berbeda juga, harus menunggu Rada sepian gambar bisbol pertama mari bocor.

Tapi secara keseluruhan, sangat puas pula, ke Bromo. Itu pemandangan yang indah. Colorful permen kapas tertangkap kamera membuat saya lebih dan jatuh cinta dengan pagi hari.

Selain itu, jika Anda melihat jadwal yang diberikan Cak Ferdi Tour & Travel, kita harus pergi ke bukit Cinta untuk melihat pemandangan matahari terbit dari sudut yang berbeda. Tapiiii, saya pikir keasyikan kita dengan foto-foto di Post Dingklik, deh. Sejauh bahwa langit sudah terang dan kami harus melewatkan jadwal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *