// //

Potret Kehidupan Sukur Tengger Gunung Bromo

Suku Tengger Bromo adalah sebuah kehidupan masyarakat penduduk lokal asli lahir dan tinggal di lereng sekitar gunung Bromo. Dalam kehidupan sosial mereka sangat mengedepankan rasa guyup rukun, artinya kekompakan antar sesama itu lebih penting ketimbang segalanya. Menjaga dan saling menghargai pendapat itu wajib hukumnya pada kita yang hidup di tanah air Indonesia, demokrasi lebih dikedepankan asalkan tidak melewati batas-batas norma yang berlaku. Saya sendiri heran ketika berkunjung ke wisata Bromo waktu masih mahasiswa, kebetulan bersama teman-teman ingin meninjau lansung pemukiman penduduk disana. Tidak disangka bertemu seorang petani kentang kamipun bertanya ingin mencari penginapan di Bromo, alhamdulillah beliau selaku pemiliknya.

suku tengger gunung bromo, wisata bromo, liburan ke bromo, paket wisata bromo

Keramahan Masyarakat Suku Tengger Bromo

Harga ditawarkan cukup murah, kami sebagai mahasiswa bersyukur sekali bisa menginap walau hanya satu malam. Ketika sampai dipenginapan beliau membikinkan kopi kepada kita, sejak itupun keakraban mulai terwujud. Pada siang hari kebetulan teman-teman ingin melihat warga yang sedang berladang, karena memang mayoritas penduduk suku tengger seorang petani sayur kamipun berniat membantu memanen hasil sayuran pak tani.

Alhamdulillah dari hasil berkebun saya dan teman-teman ikut menikmati hasil panen sayuran untuk di masak bersama sama. Sebuah contoh kecil jarang kita jumpai yang di contohkan oleh golongan masyarakat tengger bromo dalam lingkup sosial. Kita dapat mentelaah sebagai momentum liburan ke Bromo alhasil bisa kita terapkan kepada lingkungan sekitar rumah, bagaimana sekecil apapun itu dan dalam bentuk bagaimanapun kalau dilakukan secara bersama akan mewujudakan rasa syukur lebih manfaat bagi semua lapisan.

Ciri Khas Penduduk Suku Tengger Bromo

Ada keunikan tersendiri yang dimiliki oleh suku tengger bromo, dalam segi berpakaian mereka cenderung memakai sarung di kalungkan ke leher walaupun saat bepergian ke kota tetap sebagai ciri khas suku tengger sendiri. Intinya budaya tetap melekat pada kesadaran masing- masing, tidak ingin budaya lain masuk dan mempengaruhi mereka. Disitu hebatnya cendurung wisatawan asing merasa ada perbedaan suku budaya yang kental selain keindahan alam gunung Bromo.

Wilayah suku tengger Bromo meliputi 3 Kabupaten diantaranya terletak di beberapa Desa Kecamatan Sukapura Kab. Probolinggo, Kecamatan Tosari Kab. Pasuruan dan Kecamatan Senduro Kab. Lumajang. Pada satu sisi agama yang di anut yaitu mayoritas Hindu, keturunan nenek moyang masih terjaga hingga detik ini. Ini terbukti pada saat hari tertentu mengadakan ritual adat contoh upacara Kasada, hari raya Karo dll.

Seperti itulah potret kehidupan daerah suku tengger lereng gunung bromo, tidak lain pengguna jasa paket wisata Bromo menginginkan jadwal tour pada moment tertentu di Bromo. Menurut wisatawan kejadian seperti ini merupakan hal langka untuk patut kita lestarikan sejarah dan di menjaga kearifan lokalnya. Kepunahan bisa saja terjadi dari pribadi manusia kian tidak peduli dengan warisan budaya yang diberikan oleh nenek moyang kita terdahulu.