// //

Status Gunung Bromo Siaga, Wisatawan Turun Drastis

status bromo, statsu gunung bromo, status bromo saat ini, wisata bromo

Status gunung bromo saat ini dalam level siaga, abu vulkanik keluar dari kawah mengarah ke Malang dan Probolinggo. Dalam radius 2,5 km warga sekitar ataupun wisatawan tidak boleh turun ke kaldera atau lautan pasir. Larangan ini dikeluarkan sementara oleh TNBTS karena membahayakan bagi wisatawan, lalu bagaimana dengan pihak travel?. Aturan dalam mengunjungi kawasan wisata gunung bromo memang harus mematuhi peraturan dinas pariwisata, sebelum ada larangan pihak travel masih tetap mengunjungi titik-titik yang mempesona.

Status Gunung Bromo Membahayakan Pengunjung

Ada alternatif untuk wisatawan apabila ingin melihat sunrise, lokasinya mudah dan tidak kalah bagus dengan penanjakan 1. Salah satunya di puncak Mentigen dan Penanjakan 2 / Seruni Point orang suku tengger menyebutnya. Jarang diketahui oleh kalangan luas mengenai tempat ini, akan tetapi semua view akan terlihat bagus dan posisi matahari kelihatan nampak lebih dekat.

Status gunung bromo saat ini memang mengakibatkan dampak bagi pengunjung turun drastis mulai tanggal 5 desember 2015 kemaren. Kerugian dialami langsung oleh masyarakat suku tengger, mereka yang memiliki usaha dalam bentuk penginapan, jasa sewa kuda, jasa travel dan kuliner kini sepi berbalik 180 derajat. Suku adat bromo mengingatkan bahwasannya kita harus intropeksi diri dengan kejadian ini agar lebih menghormati alam.

Saya pribadi yang menjual jasa paket wisata Bromo sebenarnya sedikit merasa kecewa dengan adanya larangan bagi wisatawan memasuki kawan wisata Bromo. Akan tetapi jika melihat status Gunung bromo saat ini cukup memprihatinkan keselamatan apabila nekat mendekat ke kawah. Konsumen kami sebelum terjadi status siaga sudah membooking paket tour Bromo tahun baru 2015, dan pada akhirnya sangat terpaksa kami alihkan ke sunrise penanajakan 2 sama air terjun Madakaripura. Pengalihan kunjungan ini tidak membuat pengunjung yang mengikuti tour bersama kami merasa kecewa. Bahkan mereka puas dengan liburan yang di padu antara pengunungan dengan wisata alam air terjun.

Status Gunung Bromo saat ini memang menjadi sebuah momok hangat di masyarakat Tengger ditambah lagi oleh media-media televisi yang membesar-besarkan suatu peristiwa tidak begitu akurat kebenarannya dalam arti mengada-ada sesuatu yang tidak ada. Namun kami sebagai pihak travel tetap mensyukuri apa yang telah terjadi dan terus berdoa semoga tidak terjadi bencana menimpa kawasan Jawa Timur khususnya daerah Tengger yang meliputi Probolinggo, Malang, Pasuruan, Lumajang.

HONG ULUN BASUKI LANGGENG
( salam masyarakat suku TENGGER )