// //

Waspadai Penyakit Saat Tour Bromo

Menjaga kesehatan adalah  upaya penting agar Anda bisa melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan optimal. Begitu juga saat naik gunung ikut tour Bromo. Anda harus bisa mengetahui kapasitas kesehatan diri Anda, sehingga tidak mudah terserang penyakit yang biasa dialami para pendaki gunung. Informasi berikut sangat penting bagi Anda yang ingin tetap sehat saat mendaki gunung.

Penyakit Favorit Pendaki Gunung Bromo


Tak ada yang ingin sakit, namun kadang penyakit datang tiba-tiba dimanapun dan kapanpun. Mau tau penyakit apa saja yang sering diderita pendaki gunung? Ini dia empat teratas penyakit yang paling sering menghantui pendaki gunung.

1. Mountain sickness

Bagi pendaki pemula yang pertama kali ikut tour Bromo, harus mewaspadai penyakit ini. Penyakit yang muncul akibat keitdakmampuan tubuh untuk beradaptasi dengan alam pegunungan ini biasanya disebabkan tingginya gunung yang didaki, kecepatan dalam mendaki, kelelahan. Sehingga penderita akan mengalami pusing, mual muntah, sampai hilang kesadaran dan berhalusinasi, karen penyakit ini menyerang saraf otak. Tak jarang para penderita mengalami koma dan berakhir pada kematinan. Untuk mengantisipasi, segera bawa turun pendaki ke titik normal pendakian.

2. Hipotermia 

Adalah sakit dimana suhu tubuh jatuh di bawah normal, karena tidak mampu beradaptasi dengan suhu dingin di puncak gunung. Penyakit ini akan mudah menyerang pendaki yang sedang lapar dan kelelahan, ditandai dengan membirunya tubuh, nadi melemah, dan hilang kesadaran. Biasanya penyakit ini bisa hilang ketika pendaki sudah berada pada kondisi lingkungan yang normal.

3. High altitude edema paru 

Paru-paru sangat penting dalam peredaran darah, jika terjadi ketidaknormalan pada fungsinya tentu tubuh akan mengalami reaksi. Penyakit ini sangat berhubungan dengan bagaimana Anda mengatur ritme jalan Anda dan kondisi oksigen di sekitar tour Bromo. Semakin kecil oksigen yang tersedia, akan semakin rentan seseorang mendapat penyakit ini. 

4. Frosbite 

Yaitu bekunya organ tubuh secara tiba-tiba karena aliran darah dan oksigen terhambat. Seperti membekunya jari tangan dan kaki, tak bisa digerakkannya tangan dan kaki secara tiba-tiba. Ini juga sangat berhubungan dengan bagaimana tubuh mengatur suhu dan beradaptasi dengan lingkungan pegunungan. Dan lagi-lagi sangat berhubungan dengan kelelahan, kelaparan dan dehidrasi.

5. Dehidrasi

Penyakit yang sangat lumrah terjadi pada pendaki, yaitu dehidrasi atau kekurangan cairan. Kadang pendaki mengabaikan pentingnya minum saat mendaki. Atau tidak memprediksi medan pendakian sehingga stok minuman yang dibawa tidak cukup mengakibatkan kekurangan cairan. Gejalanya meliputi lemas pada tubuh, pusing, dan bisa hilang kesadaran jika sudah memasuki kategori dehidrasi akut.

Cek Kesehatan dan Bawa Obat

tour bromo, liburan bromo, paket wisata bromo

Ada cara jitu untuk menghindari Anda terkena penyakit di atas. Pertama adalah melakukan cek kesehatan sebelum memutuskan untuk mengikuti tour Bromo. Pergilah ke rumah sakit atau dokter langganan Anda untuk melakukannya. Cek kesehatan yang perlu dilakukan meliputi, cek jantung, paru, darah dan pencernaan Anda. Selanjutnya bawalah obat obatan yang dibutuhkan. Biasanya para pendaki sudah mempersiapkan kotak P3K untuk perjalanan pendakian. Anda bisa menambahkan obat-obat lain yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Selama perjalanan pendakian, jangan memaksakan diri untuk segera sampai di puncak. Istirahatlah dahulu jika sudah mulai lelah, minum dan makan secukupnya jangan sampai kelaparan atau kehausan. Dan yang terpenting selama melakukan tour Bromo, Anda harus selalu bersama dengan teman atau kerabat satu tim, Agar bisa saling menjaga seandainya ada yang jatuh sakit. Sudah siap mendaki gunung Bromo?

Tips Liburan ke Bromo di bawa ini wajib Anda pelajari :