// //

Wisata Bromo Tidak Lengkap Kalau Tidak Melakukan Hal Ini


Wisata Bromo semakin lama semakin populer dengan banyaknya traveler yang menuliskan review mengenai indahnya pemandangan kawah, gurun pasir, dan matahari terbit yang paling terkenal di Jawa Timur. Anda juga mungkin salah satu korban dari godaan foto-foto keseruan dan keajaiban yang ada di gunung yang tingginya 2.329 meter di atas permukaan laut ini. Cuaca yang dingin sampai ke tulang tidak menciutkan niat para wisatawan untuk berbondong-bondong setiap tahunnya menyaksikan warna emas matahari terbit dari puncak kawah. Anda juga bisa menikmati ciptaan Tuhan yang menggetarkan hati tersebut di samping mengeksplorasi keseruan di wisata Bromo Malang yang lain. Apa saja yang bisa Anda lakukan di objek wisata yang masih berstatus gunung volcano aktif ini?

Menyambut pagi di wisata Bromo ditemani aroma belerang

Untuk bisa menikmati matahari terbit saat wisata bromo, setidaknya Anda harus mulai mendaki ke gardu pandang sejak pukul 2 pagi. Suhunya memang sangat dingin dan mungkin masih mengantuk, ditambah dengan harus menaiki anak tangga yang jumlahnya mencapai 250 bisa jadi berpengaruh terhadap niat Anda untuk bangun. Tetapi percayalah bahwa alam Bromo tidak akan mengkhianati pengunjungnya yang mau berusaha. Reputasi matahari terbit di Bromo yang menakjubkan dengan suasana yang sunyi akan menjadi reward Anda yang paling indah ditemani dengan aroma gas belerang dari kawah Bromo.

Belajar sejarah suku asli Bromo
Wisata bromo tidak melulu diisi dengan plesir dan senang-senang, ada kalanya mempelajari budaya dan sejarah bangsa sendiri bisa memberikan nilai lebih setelah pulang liburan.  Anda bisa mengamati dan berkenalan dengan penduduk asli yang merupakan Suku Tengger. Suku Tengger ini nenek moyangnya adalah masyarakat kerajaan Majapahit yang mulai tergeser posisinya ketika kerajaan Islam mulai masuk ke Nusantara. Suku Tengger yang beragama Hindu dan bersaudara dengan masyarakat Hindu di Bali ini mendapatkan namanya dari Roro Anteng dan Jaka Seger yang menempati kawasan Bromo untuk tinggal pada jaman dahulu.

Upacara Yadnya Kasodo untuk persembahan tumbal
Ada yang menarik dari legenda Suku Tengger ini yaitu dulu Roro Anteng dan Jaka Seger yang merupakan leluhur masyarakat pribumi Bromo meminta kepada Sang Hyang Widhi untuk dikaruniai anak karena sudah lama menikah. Roro yang akhirnya mengandung dan memiliki 25 anak tidak mau memenuhi syaratnya untuk mempersembahkan anak bungsu kepada dewa dengan cara melemparkannya ke kawah. Karena tidak mendapat persembahan, dewa murka dengan menjadikan Gunung Bromo menghancurkan desa dengan jilatan api. Sejak saat itu, setiap hari ke-14 di bulan sepuluh pada penanggalan Jawa, masyarakat Suku Tengger akan mempersebahkan hasil pertanian, perkebunan, dan ayam hidup untuk dimasukkan ke dalam kawah dalam  Upacara Kasodo.

Jadi aktris jadi-jadian di Pasir Berbisik
Meski mungkin belum pernah menonton, Anda mungkin familiar dengan judul film pasir Berbisik yang dibintangi oleh Christine Hakim dan Dian Sastro. Di sekitar kawah Bromo terdapat lahan pasir seluas 10 km yang akan mengeluarkan bunyi lirih seperti berbisik apabila tertiup angin. Hubungi agen Bromo tour Anda untuk bisa mendapatkan harga sewa mobil jip yang lebih murah sehingga Anda bisa mengeksplorasi keeksotisan padang pasir yang misterius ini.  Dengan paket Bromo tour yang lengkap tidak hanya paket wisata yang lengkap, Anda juga bisa mendapatkan fasilitas akomodasi yang memuaskan sesuai dengan budget dan kebutuhan Anda sehingga berwisata ke Bromo lebih terasa memuaskan