// //

Pertunjukan Ojung di Gunung Tugel, Desa Tongas Kulon Probolinggo

ojung probolinggo
Gunung Tugel merupakan dua bukit kecil yang tingginya sekitar 200 mdpl, terletak di Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo. Salah satu bukit berada di Desa Tongas Kulon, sedangkan satu bukitnya lagi berada di Desa Curah Tulis. Masyarakat di gunung tugel mayoritas menganut ajaran islam, karena nenek moyang mereka kebanyakan berasal dari pulau Madura. Dan bahasa sehari hari yang mereka gunakan yaitu bahasa Madura, hanya sebagian pendatang saja berbahasa Jawa.

Gunung Tugel daerahnya masih dikatakan kekeringan, sehingga pada musim kemarau kebutuhan air cukup minim. Digunakan sebagai kebutuhan sehari hari saja mereka masih menimba air dari sumur tetangga yang mempunyai sumber sumur air. Coba kita bayangkan kebutuhan air sehari hari saja masih minim, apalagi untuk lahan pertanian. Bagaikan bumi dan langit jika kita bandingkan dengan Wisata Gunung Bromo meskipun sama sama terletak di Probolinggo Jawa Timur.

ojung probilinggo
Salah satu solusi masyarakat gunung tugel hanya mengandalkan musim penghujan untuk bercocok tanam. Uniknya disini, penduduk gunung tugel mempunyai pertunjukan atau atraksi ojung. Ojung sendiri berasal dari bahasa Madura, jabaran dari ojung sendiri yaitu sebuah permainan atraksi memukul terdiri dari dua orang saling bergantian. Budaya ini sudah ada sejak jaman nenek moyang meraka yang bersal dari Madura.

Konon menurut ketua adat yang tinggal di lereng gunung tugel tersebut bisa mendatangkan hujan. Pukulan yang mengenai punggung lawan tak banyak yang terluka dan mengeluarkan darah, dari tetesan darah itulah masyarakat gunung tugel percaya akan mendatangkan hujan. Sehingga mereka bisa becocok tanam dan gunakan untuk kebutuhan pokok sehari hari.

ojung probolinggo
Pertunjukan ojung di gunung tugel berbeda dengan budaya suku tengger di bromo yang di sebut kasada. Sama sama acara di selenggarakan setiap tahun, hanya saja Gunung Bromo dikenal sebagai objek wisata di kalangan kancah dunia. Walupun dalam lingkup desa, pertunjukan ojung sendiri bisa menarik masyarakat dan antusiasme datang dari luar desa Tongas Kulon. Sekecil apapun warisan budaya nenek moyang kita harus kita lestarikan, mengingat negara Indonesia kaya akan budaya dan suku.