// //

Pemandangan Panorama Alam Kawah Wisata Gunung Bromo

Pemandangan Panorama Alam Kawah Wisata Gunung Bromo - Gunung Bromo termasuk daftar gunung berapi aktif di Indonesia, mempunyai kawah seluas 4 km dalam lingkaran garis jari jari dari daerah bahayanya. Sementara garis tengahnya kawah bromo mempunyai lebar sekitar 800 meter (utara - selatan) dan 600 meter (timur - barat). Kawah bromo terletak di tengah tengah gunung bromo yang tingginya mencapai 2.392 meter diatas pemukaan laut, namun terdapat radius berbahaya karena asap bau belereng yang sangat menyengat. Sebagai destinasi wisata menarik di Jawa Timur, keberadaan kawah bromo masih menjadi incaran wisatawan dari berbagai penjuru dunia.


Pemandangan Panorama Alam Kawah Wisata Gunung Bromo



Kawah Bromo sendiri dapat kita lihat dari jarak jauh, namun hanya terlihat asap putih yang timbul dari belerang. Asap putih akan tampak cantik bila kita memandang dari penanjakan 1 di pagi hari berbarengan dengan munculnya matahari terbit dari ufuk timur. Untuk mencapai kawah bromo yang sebenarnya terdapat 200 anak tangga yang konon apabila dapat menghitungnya naik turun angkanya sama segala keinginan akan tercapai. Rumor tersebut muncul karena masyarakat suku tengger bromo masih mempercayai dan memegang teguh budaya nenek moyang mereka. Jika dari lautan pasir sebelum menuju ke kawah bromo Anda bisa menggunakan jasa sewa kuda sebesar 100 ribu Rupiah.

Pemandangan panorama alam kawasan wisata gunung bromo sulit untuk kita prediksi, terkadang kejadian alam tertutup oleh tebalnya kabut sehingga matahari tidak bisa terlihat oleh kita. Tetapi masih terdapat pemandangan alternatif lainnya yaitu gunung batok yang di kelilingi kaldera tampak mengobati sedikit kekecewaan wisatawan karena kehilangan momen sunrise. Wisata di Bromo walaupun cuaca sedikit tidak bersahabat masih ada tempat yang bisa menjadi incaran wisatawan di antaranya Savana / Bukit Teletabbies dan Pasir Berbisik.

Sesekali datang ke gunung bromo akan ada sensasi tersendiri melihat panorama alam kawasan wisata bromo. Tidak terkecuali masyarakat suku tengger yang tinggal di lereng bromo akan menyambut ramah, dan tidak sungkan untuk menceritakan tentang asal usul kebudayaaan suku tengger maupun sejarah bromo.