// //

Hari Raya Karo Umat Hindu Bromo - Wisata Bromo

Hari Raya Karo di kawasan gunung bromo merupakan suatu kebiasaan yang di lakukan oleh semua umat Hindu di sekitar kawasan wisata bromo, utamanya di wilayah yang terliputi oleh suku tengger. Suku tengger di gunung bromo meliputi dengan empat Kabupaten di antaranya Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Lumajang. Dari empat kabupaten ini memiliki hari sakral atau hari suci salah satunya hari raya karo yang di lakukan dalam satu tahun sekali.

Arti kata dari karo adalah dua yang bermaksud nenek moyang atau leluhur laki-laki dan perempuan. Jadi semua umat hindu di bromo melakukan ritual khusus untuk di sajiakan kepada roh leluhur yang menjadi kekuasaan di kawah bromo seperti Joko Seger dan Roro Anteng yang di percayakan sebagai penghuni surga di dalam kawah bromo.

Selain itu, bentuk kronologi dari hari raya karo ini adalah melakukan silatuh rahmi antar tetangga mereka secara bergantian untuk saling bermaaf-maafan, sebagai mana yang telah menjadi tradisi bagi umat muslim pada umumnya. Dengan adanya sebuah kemajuan budaya dan pelastarian adat tentunya akan menjadi sebuah ke untungan tersendiri bagi seluruh penduduk di lereng bromo ini, salah satunya banyak medatangkan para wisatawan ke gunung bromo untuk melihat secata langsung ritual-ritual yang di lakukan oleh para dukun sakti di bromo.

Wisata atau liburan di gunung bromo masih di jadikan primadona wisata di Indonesia. Dengan sirkulasi pengunjung yang silih berganti dari hari ke hari, dengan keindahan alamnya yang tiada banding. Selain itu, berkunjung ke gunung bromo memiliki keasyikan tersendiri seperti berkendara hardtop di padang pasir yang luas serta berkemudi dengan melalui jalan-jalan extrim yang penuh dengan pemandangan hijau di sisi jalan.